Berjuang di Jakarta Dengan Menjajakan Ketupat

Standard

Setiap pagi harinnya sudah banyak para tukang ketupat sayur dan tukang jualan lainnya menunggu orderan ketupan dari seorang ismail yang rutin diantarkannya, setiap pagi dia erkeliling menjajakan ketupatnnya yang sudah matangt kepada para pedagang yang sudah lama berlangganan dengannya tersenut dengan menggunakan sepeda motor miliknya yang selalu menemaninnya dari rumah.

Setiap sehabis mengantarkan ketupatnya kepada para pelanggannya ismail juga kembali mencari daun pisang serta daun dari pohon kelapa di siang harinya sebagai bahan baku dasar dan utama dalam pembuatan ketupat serta lontongnya untuk nantinya dapat dimasak dan diantarkan kepada para pelanggan setiannya. kesibukan dari kegiatan lainnya ismail selain membuat ketupat dan mengantarkannya kepada para pelanggan ismail juga harus memasak ketupat dan lontong tersebut pada sore dan malam hari, dengan kepulan asap dan panasnya api dari kayu yang dibakar tidak membuat seorang ismail merasakan lelah atas pekerjaanya yang dia lakukan setiap harinnya. Justru dirinya merasa sanggup dan kuat dalam menjalani pekerjaan ini karena bagi dirinya untuk bertahan hidup disebuah kota besar seperti jakarta ini apapun yang ada didepan mata  tidak ada salahnya untuk dicoba terlebih lagi jika yang dilakukan dan dihasilkan itu halal.  «Gatot Trilaksono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s